Kontrol Waktu, Raih Manfaat: Mengelola Aktivitas Bermain Game Remaja

Fenomena game di kalangan remaja masa kini bukan sekadar hobi, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup mereka. Hal ini didorong oleh kemudahan akses, interaksi sosial, dan potensi kompetisi. Sebagai contoh, game mobile tetap menjadi favorit di Indonesia karena kemudahan akses dan gameplay yang seru. Game seperti Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile masih mendominasi pasar.  Mobile gaming memungkinkan pemain berinteraksi sosial melalui mode multiplayer, sehingga populer di kalangan remaja maupun dewasa. Kemudian, tren eSport yang semakin kompetitif menjadi bagian penting dari tren gaming.

Di tengah kepopuleran game yang terus meningkat di kalangan remaja, penting untuk mengakui bahwa manfaatnya dalam meningkatkan keterampilan kognitif dan sosial harus diimbangi dengan kesadaran akan potensi dampak negatif. Kecanduan, gangguan tidur, dan masalah kesehatan mental merupakan beberapa dampak negatif yang memerlukan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif.

Game, terutama dengan genre strategi, dapat meningkatkan kemampuan kognitif remaja secara signifikan. Game strategi menuntut pemain untuk merencanakan langkah-langkah ke depan, mengelola sumber daya, dan membuat keputusan taktis yang kompleks. Dengan demikian, game ini secara langsung dapat melatih kemampuan perencanaan dan pemecahan masalah. Menurut studi yang dipublikasikan di PubMed yang meneliti hubungan antara game strategi dan kemampuan pemecahan masalah pada remaja, para peserta melaporkan bahwa bermain game strategi berkorelasi dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Selain game bergenre strategi, game bergenre aksi dengan tempo bermain yang cepat dan reaksi instan dapat melatih refleks serta koordinasi mata dan tangan pemain. Penelitian menunjukkan bahwa para gamer memiliki reaksi yang lebih cepat dan kemampuan memproses informasi visual yang lebih baik daripada non gamer. Keterampilan-keterampilan ini tidak hanya berguna dalam game, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan akademis. Misalnya, kemampuan perencanaan dan pemecahan masalah yang diasah melalui game strategi dapat membantu remaja dalam mengatur waktu, menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan membuat keputusan yang lebih baik dalam berbagai situasi. Sementara itu, peningkatan refleks dan koordinasi mata-tangan dapat meningkatkan kinerja dalam olahraga, seni, bahkan kegiatan sehari-hari yang memerlukan ketelitian dan kecepatan reaksi. Dengan demikian, game dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan keterampilan kognitif remaja.

Selain peningkatan kognitif, game juga memainkan peran penting dalam aspek sosial remaja. Game multiplayer, contohnya, memfasilitasi interaksi sosial dan membangun komunitas di antara para pemain. Artikel di Gameffine.com menjelaskan bagaimana game multiplayer menyediakan platform bagi remaja untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan bersaing dengan orang lain di seluruh dunia. Pembentukan tim dalam game, seperti yang sering terjadi dalam game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti Mobile Legends, meningkatkan keterampilan kerja sama karena pemain harus menyusun strategi, mengoordinasikan serangan, dan saling mendukung untuk mencapai kemenangan. Keterampilan komunikasi juga diasah dalam proses ini karena pemain harus menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas kepada rekan satu tim. Lebih lanjut, interaksi dalam game dapat membangun rasa memiliki dan identitas sosial, yang sangat penting bagi perkembangan remaja. Dengan demikian, game tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga sarana untuk membangun hubungan sosial dan mengembangkan keterampilan interpersonal yang berharga.

Game juga berdampak pada bidang akademik remaja dengan sangat beragam, disertai potensi manfaat dan kerugian yang signifikan. Di satu sisi, game dapat meningkatkan keterampilan kognitif seperti pemecahan masalah, berpikir strategis, dan koordinasi tangan-mata. Beberapa game edukatif bahkan dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga membantu remaja memahami materi dengan cara yang menyenangkan. Namun, di sisi lain, bermain game secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik karena mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan menyelesaikan tugas. Selain itu, terlalu banyak bermain game juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti isolasi sosial, kecemasan, dan depresi, yang semuanya berpengaruh pada performa di sekolah. Potensi menurunnya motivasi belajar juga menjadi masalah karena remaja lebih tertarik bermain game daripada fokus pada kegiatan akademik. Meski demikian, jika digunakan secara bijak dan seimbang, game dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengatur waktu bermain game agar tidak mengganggu tanggung jawab akademik mereka.

Meskipun demikian, dampak negatif dari game tidak dapat diabaikan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan sehingga remaja menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain game. Akibatnya, mereka menjadi lalai terhadap tugas sekolah, kurang berinteraksi dengan keluarga, dan mengurangi aktivitas fisik. Selain itu, beberapa game yang mengandung unsur kekerasan dapat memengaruhi perilaku remaja, membuat mereka lebih agresif atau mudah marah.

Dampak lain yang sering muncul adalah gangguan kesehatan. Remaja yang terlalu lama bermain game berisiko mengalami gangguan mata, sakit punggung, kurang tidur, serta obesitas karena minimnya aktivitas fisik. Kondisi ini tentu dapat menghambat perkembangan tubuh dan kesehatan mereka dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam mengawasi penggunaan game pada remaja. Remaja perlu diarahkan agar dapat mengatur waktu bermain dengan baik, memilih game yang bermanfaat, serta tetap menjalani aktivitas lain seperti belajar, berolahraga, dan bersosialisasi.

Kesimpulannya, game memiliki dampak positif maupun negatif bagi remaja. Selama digunakan dengan bijak dan tidak berlebihan, game dapat menjadi sarana hiburan dan pembelajaran. Namun, jika tidak dikontrol, game dapat menimbulkan berbagai masalah yang merugikan. Karena itu, keseimbangan dalam bermain merupakan kunci utama agar remaja mendapatkan manfaat tanpa terkena dampak buruknya.

Penulis :

Ermanita Permatasari

Elly Purwanti

Akmal Nurkhafid Baihaqi

Ahmad Riza Alfaruqi

Lefi Eriyono Abi Gopur

Afiliasi : 

STAI Darussalam, Lampung

Sumber Referensi:
1. Muhammad Rizky Pratama: *Game Online sebagai Alat Peningkatan Kognitif: Strategi dan Pemecahan Masalah* (https://retizen.republika.co.id/posts/697715/game-online-sebag…).
2. https://madiha.web.ugm.ac.id/?need_sec_link=1&sec_link_scene=im
3. Saddam Achmad Putra. https://digilib.ulm.ac.id/archive/digital/detailed.php?code=348…
4. https://alphagame.id/menjelajahi-dampak-budaya-legenda-seluler-…
5. https://gogames.id/dampak-konten-gaming-pada-remaja-refleksi-da…
6. Nanang Masrur Habibi. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v6n1.p30-35