Pekanbaru, Riau 02 Agustus 2026 Puluhan remaja masjid di Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, mengikuti rangkaian pelatihan intensif untuk dibekali menjadi Duta Kesehatan Jantung Islami sebuah inisiatif yang memadukan ilmu gizi dan kesehatan jantung modern dengan nilai-nilai Islam seperti Maqashid Syariah, Hifzun Nafs, Halalan Toyyiban, dan Wasathiyah.
Program bertajuk “Pemberdayaan Remaja Masjid dalam Kampanye Digital Kesehatan Jantung Berbasis Nilai Islam” ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi D3 Gizi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Riau, melalui skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) 2026. Program ini digagas untuk menjawab dua persoalan sekaligus: tingginya prevalensi penyakit jantung koroner di Kota Pekanbaru, serta minimnya pemanfaatan media digital dalam edukasi kesehatan berbasis nilai keagamaan di kalangan remaja.
Program ini dipimpin oleh Nur Kholis, M.Pd. selaku Ketua Tim Pengabdian, bersama dua anggota tim dosen, yaitu Dewi Septiana, M.H. dan Yolahumaroh, SKM, MPH. Ketiganya didampingi oleh tiga mahasiswa Program Studi D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, yakni Ahmad Raihan, Guntur Saketi, dan Radit Julius, yang bertugas mendampingi pelaksanaan pelatihan hingga pencatatan kegiatan di lapangan. Pelaksanaan program turut didukung tiga mitra kerja sama, yaitu Kelurahan Pebatuan, Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM, dan Ikatan Remaja Masjid.
Sebanyak 19 remaja masjid dari tiga masjid di Kelurahan Pebatuan Masjid Al-Ikhwan, Baiturrahim, dan Nurul Jannah mengikuti rangkaian pelatihan yang digelar bertahap sejak Juli 2026. Rangkaian pelatihan mencakup tiga sesi utama yang secara konsisten dihadiri oleh ke-19 peserta yang sama: Pelatihan Dasar Kesehatan Jantung dalam Perspektif Islam, Gizi Seimbang, dan Halalan Toyyiban (19 Juli 2026); Pelatihan Strategi Penyusunan Konten Digital dan Teknik Storytelling (26 Juli 2026); serta Pelatihan Strategi Kepemimpinan dalam Gerakan Advokasi Kesehatan (2 Agustus 2026).
Ilmu Gizi Berpadu dengan Dalil Al-Qur’an dan Hadits
Materi pelatihan disusun dalam sebuah modul edukasi lima bab yang membahas anatomi dan faktor risiko jantung, prinsip gizi seimbang, aktivitas fisik islami, hingga strategi kampanye digital. Setiap bab dilengkapi dalil Al-Qur’an dan Hadits yang relevan termasuk hadits riwayat Bukhari-Muslim yang mengaitkan kesehatan “segumpal daging” dalam tubuh, yakni jantung atau qalb, dengan kebaikan seluruh tubuh manusia.
Selain modul utama, tim pelaksana turut menyusun Buku Panduan 10 Resep Sehat Jantung berbasis konsep halalan toyyiban memadukan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional sekitar Kelurahan Pebatuan dengan prinsip gizi seimbang untuk kesehatan jantung. Tiga leaflet edukasi bertema “Duta Kesehatan Jantung Islami” turut disebarluaskan, membahas faktor risiko penyakit jantung koroner, pola makan halalan toyyiban, dan aktivitas fisik islami.
Pengetahuan Peserta Meningkat Signifikan
Efektivitas pelatihan diukur melalui instrumen pre-test dan post-test yang diberikan kepada seluruh peserta. Hasilnya menggembirakan: rata-rata skor pengetahuan peserta naik dari 67,19 persen sebelum pelatihan menjadi 82,81 persen setelah mengikuti seluruh rangkaian sesi, atau meningkat 15,61 poin persentase. Sebanyak 17 dari 19 peserta tercatat mengalami peningkatan skor, dengan kenaikan tertinggi mencapai 30 poin persentase.
Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan turut tercatat sangat tinggi. Hasil rekap evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan terhadap materi 4,47 dari skala 5, fasilitator 4,58, dan sarana-prasarana 4,42 dengan 95 persen peserta menyatakan puas terhadap keseluruhan pelaksanaan pelatihan.
Konten Digital dan Duta Kesehatan Jantung
Sebagai tindak lanjut pelatihan produksi konten, para remaja masjid turut dibimbing menyusun 15 draft naskah video kampanye untuk kanal YouTube, Instagram Reels, dan Facebook, 15 draft esai/opini kesehatan jantung, serta 15 draft infografis edukatif yang akan disebarluaskan pada tahap kampanye digital berikutnya. Sepuluh remaja masjid terbaik dari 19 peserta yang mengikuti pelatihan rencananya akan dikukuhkan sebagai Duta Kesehatan Jantung Islami dan sekaligus meluncurkan kampanye digital kesehatan jantung untuk masyarakat luas.
Ketiga mitra tersebut berperan aktif mulai dari penyediaan fasilitas, validasi materi dari perspektif keislaman, hingga dukungan narasumber teknis kesehatan sepanjang rangkaian pelatihan.
Ke depan, program ini akan memasuki tahap implementasi kampanye digital secara penuh, kegiatan edukasi berbasis masjid, serta evaluasi dampak program menggunakan kerangka RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance) untuk memastikan keberlanjutan gerakan kesehatan jantung berbasis nilai Islam ini di tengah masyarakat Kelurahan Pebatuan dan sekitarnya.
